Gangguan jiwa remaja Jawa Timur karena gadget

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Gangguan jiwa remaja Jawa Timur karena gadget

Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur, dalam beberapa bulan terakhir merawat dua siswa yang kecanduan pada penggunaan gawai dan laptop hingga menimbulkan guncangan jiwa.

"Kedua pasien itu terdiri atas satu siswa SMP dan satunya siswa SMA," kata dokter spesialis jiwa RSUD Koesnadi Dewi Prisca Sembiring, kepada di Bondowoso, Kamis (11/01/2018).

Sebagaimana diwartakan antara, ia menjelaskan bahwa tingkat kecanduan kedua anak itu sudah parah. Bahkan, salah satunya membentur-benturkan kepalanya ke tembok ketika sangat ingin menggunakan gawai, namun tidak diizinkan oleh orang tuanya.

Dewi meyakini banyak anak lainnya yang mengalami hal serupa, namun orang tua mereka enggan membawa anaknya ke rumah sakit atau kurang menyadari tentang masalah yang sedang dihadapi si anak.

"Untuk masalah ini kami memang harus terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin tahu bahwa RSUD Bondowoso kini juga merawat pasien dengan masalah kejiwaan. Masalah kejiwaan ini tidak identik dengan gila, tapi mereka yang mengalami tekanan dan lainnya perlu perawatan dan tidak usah malu, termasuk kami sosialisikan informasi bahwa pasien ini juga bisa di-cover dengan BPJS," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dari data yang dia kumpulkan, anak-anak yang kecanduan gawai dan permainan (game) itu awalnya tidak disadari oleh orang tuanya. Orang tua baru menyadari setelah si anak jarang masuk ke sekolah dan prestasi akademiknya terus menurun.

"Bahkan si anak sudah pada taraf tidak mau sekolah, akhirnya dibawa ke poli jiwa. Kami menemukan bahwa awalnya anak menjadi sangat dekat dengan gadget dan laptop karena tugas-tugas sekolah. Waktu itu hampir semua tugas-tugas sekolah menggunakan teknologi ini, sehingga si anak ke mana-mana membawa laptop," kata Dewi.

Menurut dia, hasil psikotest terhadap salah seorang anak menunjukkan bahwa pasien itu telah mengidentifikasi dirinya sebagai pembunuh. Sementara itu, orang yang paling dibencinya adalah orang tuanya yang dianggap sebagai penghalang dirinya untuk berhubungan dengan laptop dan gawai.

"Syukurlah dari penanganan yang kami lakukan hasilnya sudah mulai membaik. Banyak metode yang kami lakukan untuk menangani pasien ini, termasuk terapi realita. Saya ajak si anak untuk melihat pasien dengan gangguan jiwa akut atau psikotik. Saya bilang pada anak itu, kalau kamu tidak mau melepaskan diri dari game, lama-lama menjadi seperti mereka yang menderita psikotis itu. Dia kemudian terdiam dan saya suruh peluk ibunya. Akhirnya pikiran dia tentang gadget atau laptop berubah," katanya.

Ia menjelaskan kasus dua anak itu hendaknya menjadi peringatan bagi semua orang tua dan semua pemangku kepentingan di sekolah agar anak-anak betul-betul mendapatkan perhatian.

"Isilah keinginan anak-anak itu dengan hati kita bukan dengan gadget. Kita harus isi hati anak-anak itu dengan yang nyata, yaitu kita sebagai orang tua, bukan dengan yang tidak nyata di gadget," katanya.

Menurut dia, secara psikologis, anak-anak itu mencari kesenangan hati di perangkat teknologi informasi karena tidak mendapatkan itu dari lingkungan sekitarnya, khususnya orang tua.

Mengenai perawatan poli jiwa ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, termasuk melalui dokter-dokter umum dan para medis yang bertugas di seluruh puskesmas di Bondowoso.

Pihaknya juga ada kerja sama dengan instansi lain, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Pemkab Bondowoso. Pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan sekolah, meskipun belum semua untuk menangani masalah siswa yang bisa ditangani oleh sekolah.

Timses Jokowi sindir soliditas PAN dukung Prabowo-Sandi
KASAD bicara Terrorist Triangle Transit di Washington
FWJ ajak media tangkal hoaks di tahun politik
Gubernur DKI tertibkan 60 reklame ilegal
Bamsoet nilai tak ada unsur kesengajaan pelaku tembak gedung DPR
Dua tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi penembakan DPR
Demonstran ajak usir setan yang ganggu KPK
MPR usulkan Perbakin tutup lapangan tembak Senayan
PAN targetkan suara di pulau Jawa
Legislator minta pemerintah tingkatkan layanan penyandang disabilitas
Trump tempatkan konsulat Palestina di bawah kedutaan Israel
Bila diserang, Rusia akan respon serangan rudal dengan senjata nuklir
Puluhan kali gempa, Anak Krakatau berstatus waspada
DPR pertanyakan keengganan pemerintah naikkan harga BBM
Ini alasan Golkar setuju dana saksi pemilu jadi beban negara
Fetching news ...