News Law

Bekas wakil rakyat doyan sabu ditangkap

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Bekas wakil rakyat doyan sabu ditangkap ilustrasi

Polda Metro Jaya membekuk mantan anggota DPR RI Arbab Paproeka dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di Apartemen D Mantion Tower Capilano Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Tersangka ditangkap pada Jumat malam (13/4) di kawasan Jakarta Pusat," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono di Jakarta, Senin (16/04/2018).

Argo mengatakan awalnya anggota Unit IV Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menerima informasi dugaan transaksi narkoba.

Setelah itu, polisi menangkap mantan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN itu di Apartemen D Mansion Tower Capilano, lantai 19, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dari tangan pelaku, petugas menyita satu plastik klip isi sabu-sabu, satu set alat hisap sabu (bong), enam korek gas dan empat sedotan.

Saat ini, penyidik masih memeriksa intensif Arbab guna mengetahui siapa pemasoknya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, penangkapan Arbab Paproeka berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan keberadaan pelaku yang konsumsi sabu di Apartemen tersebut.

"Petugas melakukan penyelidikan kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka," ungkap Argo.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu mengatakan, Arbab Paproeka ditangkap sekira pukul 22.15 WIB. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu set alat hisap sabu dan plastik klip narkotika jenis sabu.

Arbab Paproeka langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lanjut. Argo masih belum dapat memberikan keterangan rinci berkaitan dengan kasus tersebut termasuk hasil tes urine pelaku.

Perkara hukum sebelumnya

Tak kali ini saja Arbab tersandung masalah hukum. Ia pernah mencatut nama bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam kasus penanganan perkara Pilkada Buton yang disidangkan di Mahmakah Konstitusi 2011 Silam. Arbab terlibat dalam konteks profesinya sebagai pengacara.

Upaya Arbab tersebut bermula ketika Pilkada Buton pada tahun 2011 diajukan ke MK. Setelah melalui persidangan, akhirnya MK memutuskan untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh TPS atas dasar KPUD tidak melalui proses verfikasi calon yang benar.

Setelah PSU digelar pada 19 Mei 2012, akhirnya pasangan Calon Samsu Umar Abdul Samiun dan La Bakri menjadi calon terpilih. Namun kemenangan tersebut juga digugat oleh Agus Feisal Hidayat-Yaudu Salam Adjo yang memenangkan pilkada pada putaran pertama.

Berangkat dari hal tersebut kemudian Arbab mencoba mengontak Umar untuk dipertemukan dengan Ketua MK Akil Mochtar, yang saat ini dipidana penjara seumur hidup karena kasus korupsi.

Awalnya Arbab dan Umar bertemu di Lounge hotel borobudur, namun kemudian mereka ke sebuah tempat lain untuk bertemu Akil Mochtar bersama beberapa orang lain.

Dalam perjumpaan dengan Akil yang menurutnya tidak sengaja tersebut, Arbab sempat meminta supaya Akil membantu mengurus sejumlah perkara. Arbab mengaku sudah berteman dengan Akil saat keduanya menjadi anggota Komisi III DPR RI.

Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
GARBI: Jangan golput, pilih saja figur yang berpengalaman
Jokowi-Ma'ruf kampanye terbuka perdana di Banten
Ini isi tuntutan aktivis lingkungan untuk elit politik
Kubu Prabowo beri pembelaan atas pemecatan guru honorer pose dua jari
Fetching news ...