Ideas Law

Memperkuat basis intelijen untuk basmi teroris sampai ke akar

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Memperkuat basis intelijen untuk basmi teroris sampai ke akar “Aksi menyerang tanpa didahului data intelijen malah memperluas dan tidak menyelesaikan masalah." - Mardani Ali Sera

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan memperkuat basis intelijen untuk memberantas terorisme di tanah air sangat urgen. Dengan intelijen yang kuat, aksi pemberantasan terorisme bisa lebih terarah dan efektif.

Menurutnya, sudah tepat ketika Polri menggandeng Kopassus, pasukan elit TNI Angkatan Darat untuk diajak bekerjasama dalam menggelar operasi antiterorisme.

“Aksi menyerang tanpa didahului data intelijen malah memperluas dan tidak menyelesaikan masalah. Jadi satuan intelijen perlu dilibatkan. Dalam memberantas terorisme, intelijen haruslah kuat. Data dan rencana operasi bersumber dari intelijen tersebut,” katanya  di Jakarta, Rabu (16/5/2018)..

Ditambahkan politisi PKS tersebut, selain memperkuat intelijen untuk langkah preventif, perlu pula dibantu para akademisi dan tokoh agama untuk menanggulangi aksi terorisme secara holistik.

“Pertama musti dipahami di mana pun aksi teror, mustinya lebih mengedepankan aksi intelijen untuk operasi preventif. Aksi pencegahan ini bisa melibatkan banyak pihak mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama,” papar Mardani.

Menurut politisi yang mempopulerkan tagar 2019 Ganti Presiden itu, Pasukan Brimob sendiri sudah bekerjasama dengan Koppasus dalam operasi penyisiran sarang teroris di beberapa daerah. Ini merupakan kerja sama yang solid antara pemegang otoritas keamanan dan pertahanan. Diharapkan kerja sama ini mampu menumpas akar terorisme secara menyeluruh. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggandeng pasukan elite TNI Angkatan Darat, Kopassus, dalam operasi antiterorisme beberapa waktu belakangan.

"Kopassus sudah ikut masuk. Pak Kapolri sampaikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2018).

Setyo menjelaskan Kopassus ikut membantu Polri dalam operasi penangkapan dan penggerebekan. Satuan Polri yang bersentuhan langsung dengan Kopassus adalah Brimob.

"Sudah bekerjasama dengan Brimob di lapangan untuk penggerebekan-penggerebekan. Saya lupa tadi sampaikan bahwa kami sudah kerjasama dengan kopassus. Penangkapan-penangkapan itu sudah melibatkan Kopassus," jelas Setyo.

Namun Setyo tidak menjelaskan secara detail, sejak kapan dan operasi penangkapan atau penggerebekan di lokasi mana saja, yang melibatkan Kopassus.

Ditanya soal sikap kelompok teroris yang menjadi agresif sepekan belakangan, Setyo berujar hal itu disebabkan instruksi pimpinan kelompok teroris itu. "Ya itu atas perintah pimpinannya mereka untuk melakukan amaliyah itu," ujar Setyo.

Kunjungan Anwar ke Indoneisa usai sepekan keluar dari penjara
Ketika fakultas hukum UGM memiliki organisasi alumni
Menshalatkan jenazah teroris
Peluang Demokrat merapat ke kubu Gerindra
Sektor pertambangan hanya di urutan tiga besar penyetor pajak
Fetching news ...