Ideas Law

Rizieq dan Sukmawati dapat “berkah” Idul Fitri

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Rizieq dan Sukmawati dapat “berkah” Idul Fitri "Penyidik sudah menghentikan penyidikan." - Brigjen Pol Mohammad Iqbal

Hari Raya Idul Fitri tahun ini tampaknya menjadi berkah tersendiri bagi dua aktivis politik tanah air, yaitu Muhammad Rizieq Shihab dan Sukmawati Soekarnoputri. Pasalnya, penyidik telah menerbitkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP3) terhadap kasus dugaan tindak pidana penistaan agama yang menjerat Sukmawati Soekarnoputri serta percakapan berkonten pornografi yang melibatkan tokoh FPI Habib Rizieq.

"SP3 ini adalah surat perintah penghentian penyelidikan ya, bukan penyidikan. Karena perkara masih tahap penyelidikan. Dihentikan karena tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan ke tahap penyidikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di Jakarta, Minggu (17/06/2018).

Menurut dia, untuk kasus Sukmawati total laporan atas kasus ini berjumlah 30 laporan, dengan dua laporan sudah dicabut oleh pelapornya.

Penyidik telah memeriksa 28 pelapor, seorang saksi serta Sukmawati sebagai terlapor.

Selain itu penyidik juga sudah mendengar keterangan empat ahli yakni seorang ahli bahasa, seorang ahli sastra, seorang ahli agama dan seorang ahli pidana.

Selanjutnya, penyidik sudah melaksanakan gelar perkara dan memutuskan bahwa kasus tersebut dihentikan penyelidikannya karena tidak ditemukan perbuatan pidana.

Puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang dibacakan Sukmawati di ajang Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta pada 29 Maret 2018 memicu kontroversi dan protes karena membandingkan konde dengan cadar dan kidung dengan azan.

Adanya kasus ini,?Sukmawati yang merupakan putri proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Indonesia Soekarno sempat meminta maaf kepada umat Islam di Indonesia, dan menjelaskan bahwa dia tidak berniat menistakan agama Islam dengan puisi tersebut.

Kasus Rizieq

Sementara itu, Kepolisian Indonesia juga memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

"Penyidik sudah menghentikan penyidikan," kata Iqbal.

Ia menjelaskan, semula tim pengacara Shihab mengajukan permohonan penghentian penyidikan terkait dugaan penyebaran pembicaraan konten pornografi melalui telepon selular itu.

Selanjutnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggelar perkara yang ditindaklanjuti SP3.

Iqbal menyatakan, penyidik yang berwenang menghentikan penyidikan kasus itu karena pengunggah percakapan bermuatan pornografi itu tidak ditemukan.

Ia menyatakan, polisi juga bisa membuka dugaan kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik itu jika menemukan bukti baru maupun menangkap pelaku penyebaran.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka seorang wanita, Firza Husein, terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar yang melibatkan Shihab pada 16 Mei 2017.

Polisi menjerat Husein dengan pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau pasal 6 juncto pasal 32 dan/atau pasal 8 juncto pasal 34 UU Nomor 44/2008 tentang pornografi ancaman penjara di atas lima tahun.

Selain Husein, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya juga telah menetapkan tersangka terhadap Shihab terkait kasus yang sama dengan Firza.

Selama proses penyidikan, Shihab tidak mememuhi panggilan polisi karena lebih memilih berada di Arab Saudi.

Racun kemesraan dalam pernikahan
Demokrat upayakan Jokowi tak lawan kotak kosong
PKS minta kader belajar dari kemenangan Erdogan
Usir jerawat dengan kulit semangka
Gerindra daftarkan mantan koruptor di Pileg 2019
Ngabalin jadi komisaris Angkasa Pura, Fadli: BUMN amburadul
Bumi Manusia bukan sekadar cinta Minke dan Annelies
Politisi berbondong-bondong ke NasDem, ada apa?
Politisi terima uang transfer untuk pindah partai harus lapor KPK
Riza Chalid penampakan di acara NasDem, sudah aman?
Golkar ngotot daftarkan caleg mantan napi korupsi
Nikmati empat hari Festival Bunaken
Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018
Etika politik dan pindah partai
Dukung pilkada damai, Polri gelar Anugrah Jurnalistik 2018
Fetching news ...