Gaya kepimpinan Jokowi di mata menterinya

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Gaya kepimpinan Jokowi di mata menterinya

Presiden Joko Widodo memang dikenal merakyat dan murah senyum, akan tetapi di saat yang sama dia juga sangat tegas. Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Kata Tjahjo, ketegasan Jokowi tersebut muncul misalnya jika ada menteri yang dirasa tak fokus dalam bekerja. Jokowi pun tak segan mengingatkan secara langsung dan terus terang.

"Di dalam rapat, kalau memang ada menteri yang tidak fokus ya belia tegur langsung. Harusnya ini, ini, ini, " kata dia saat berbicara di seminar bertajuk, "Gaya Komunikasi Jokowi: Membangun Budaya Dialogis dalam Masyarakat Pluralis, " di Universitas Kristen Indonesia (UKI), di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Ketegasan Presiden juga diperlihatkan saat menyikapi permasalahan hukum. Jokowi menurutnya sangat konsisten pada penegakan hukum yang harus berjalan independen.

"Terhadap masalah-masalah hukum beliau konsisten," kata dia.

Di samping itu, Presiden Jokowi juga tegas memisahkan antara urusan pribadi dan kenegaraan. Menurut Tjahjo, putra -putri Presiden tak pernah sekali pun memanfaatkan pengaruh ayahnya untuk kepentingan pribadi. Ia contohkan, saat putri Jokowi ikut tes CPNS beberapa waktu yang lalu.

"Putri beliau saja, yang kemarin menikah, ikut tes PNS enggak lulus. Ya nggak usah masuk PNS," kata Tjahjo.

Karena sikap tegas menolak KKN yang diperlihatkan Presiden Jokowi, Tjahjo mengaku ikut menirunya. Anak lelakinya yang sangat ingin jadi pilot di Garuda, akhirnya tak kesampaian. Ia pun berkisah tentang anak laki-lakinya.

"Akhirnya saya ikut juga. Anak saya laki-laki, ingin jadi penerbang, ingin masuk Garuda. Daftar, kemudian dijawab Anda tidak bisa bekerja di Garuda. Begitu Pak Jokowi diumumkan jadi Presiden, langsung ditelpon, ‘saudara dipertimbangkan masuk Garuda.’ Kemudian saya ikut gaya Pak Jokowi, ‘Selama bapakmu masih hidup, jangan kerja di Garuda’," tutur Tjahjo.

Tjahjo melanjutkan, baru kali ini pula rapat terbatas kabinet sering digelar. Biasanya rapat dilakukan dari hari Senin sampai Kamis. Bahkan satu hari, bisa digelar 3 sampai 4 kali rapat terbatas kabinet.

"Ini hanya ingin memastikan, soal ini belum capai target yang diharapkan semua pihak, ya dikejar," kata Tjahjo.

Kekompakan Jokowi-JK

Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, kunci percepatan di era saat ini, salah satunya, adalah duet kepemimpinan yang kompak. Kata dia, duet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden kompak sekali. 

"Pak Jokowi dan JK sangat kompak sekali. Jadi inilah yang orang banyak terkejut, ternyata pembangunan selama tiga  tahun ini sudah begitu cepat selesai," jelas Tjahjo.

Akan tetapi, yang ia sayangkan, masih saja ada pihak yang tak senang. Banyak kemudian isu menyesatkan yang disebar terutama lewat media sosial. Misalnya, saat Pilgub DKI Jakarta kemarin, Presiden dituding membela bahkan mendukung Basuki Tjahaja Purnama, petahana di pemilihan. Faktanya, Presiden tak pernah ikut campur masalah hukum yang kemudian menjerat Basuki. 

"Masyarakat Jakarta itu kan lucu, 78 persen apresiasi kerja Ahok, tapi 66 persen tak mau pilih Ahok," kata dia. 

Belum lagi, soal isu pengaruh Tiongkok yang terus dihembuskan. Isu tersebut terus dimainkan untuk menyudutkan pemerintah, bahwa sekarang Tiongkok tengah mendikte Indonesia. Padahal siapa pun tahu, tidak ada negara yang tak bekerja sama dengan Tiongkok yang secara ekonomi sekarang sedang menggeliat. Negara sekelas Amerika Serikat pun mau tak mau harus bekerja sama, termasuk Arab Saudi. 

"Mana ada negara yang tidak mau bangun kerja sama dengan Tiongkok? Arab Saudi saja, Amerika Serikat juga bekerja sama. Itulah yang diputarbalikkan di media sosial. Ini saya kira beberapa hal yang harus dicermati," pungkasnya.

Target Jokowi tuntaskan sertifikasi tanah
DPR di pihak Susi terkait impor garam 3,7 ton
Polemik LGBT di DPR
Memperkuat metodologi fatwa keagamaan
Hidup sehat di zaman modern
Fetching news ...