Etika politik dan pindah partai

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Etika politik dan pindah partai "Saya menyesalkan anggota DPR dan DPRD yang pinter-pinter bahkan jadi pengajar etika, tapi kok standar etika politiknya tidak seperti Mbak Titiek Soeharto." - Arsul Sani

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meminta para politisi untuk mengedepankan etika politik saat berpikir untuk berpindah partai.

"Tapi kalau warga negara atau seseorang itu sedang menjabat sebagai anggota DPR dan anggota DPRD maka etika politiknya itu yang harus ditegakkan," kata Arsul saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/07/2018).

Arsul mengatakan fenomena politisi pindah partai juga dialami dari partai PPP, yang salah satunya adalah mantan peragawati Okky Asokawati, yang maju di pemilihan legislatif 2019 bersama Partai NasDem.

Dia mengatakan kader tersebut jika pindah partai harusnya mengajukan surat pengunduran diri ke partai dan mengundurkan diri sebagai anggota DPR, seperti halnya Titik Soeharto.

"Seperti yang ditunjukkan oleh Mbak Titik Soeharto. Ketemu dulu sama pimpinan partainya, mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota partai dan anggota DPR yang lain," kata Arsul.

Arsul menyesalkan beberapa kader partai politik tidak melakukan pengajuan proses pengunduran diri yang sesuai. Bahkan, beberapa dari mereka yang pindah partai adalah orang-orang yang terkenal.

"Nah ini saya menyesalkan bahwa orang DPR dan DPRD yang pinter-pinter bahkan jadi pengajar etika, tapi kok standar etika politiknya tidak seperti Mbak Titiek Soeharto atau dulu bang Akbar Faizal waktu pindah dari Hanura ke NasDem," lanjutnya.

Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 semakin menarik, 16 partai politik yang telah mendaftarkan calegnya akan bertarung di Pileg 2019 mendatang. Selain banyaknya artis yang nyaleg, perpindahan partai adalah hal yang paing disorot.

Salah satunya adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN) Lucky Hakim ke Partai Nasdem. Kepindahannya sempat menjadi sorotan karena Lucky Hakim dituding mendapat dana pinangan yang besar dari NasDem, tetapi Lucky membantahnya.

Politisi lain yang menyeberang adalah pendiri PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang bakal nyaleg melalui PDIP Perjuangan, setelah sebelumnya sempat berlabuh di Hanura.

Sementara itu, putri keempat mantan presiden Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, juga pindah. Titiek telah menyatakan bergabung dengan partai Berkarya besutan adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, sejak 11 Juni lalu.

Krisna Mukti dari PKB juga keluar dari partainya untuk jadi caleg dari Partai NasDem.

Pakar: Stunting tidak diwariskan
Beda pendapat Jokowi-WIranto lebih dahsyat dari hoaks Ratna Sarumpaet
Koneksitas negara hukum dan demokrasi
Cemburu dan cinta berdarah
BNPB: Bencana alam meningkat, kami kewalahan
Menhan: Syarat bebas Ba'asyir harus taat Pancasila
Fahri Hamzah usul debat capres tanpa iklan
Prajurit TNI nyebur ke sawah demi swasembada pangan
Perempuan Serbia bunuh dan potong penis korbannya
Kubu Prabowo laporkan tabloid Indonesia Barokah
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir harus minta pertimbangan DPR dan MA
DPR keluhkan proses visa haji dan umrah
Ditutup di zona hijau, IHSG berpotensi menguat hari ini
Cinta tanpa komitmen
Janji Sandiaga turunkan listrik dan BBM
Fetching news ...