Bawaslu akan panggil Jokowi-Ma'ruf, Timses: capres-cawapres sibuk

REPORTED BY: Insan Praditya

Bawaslu akan panggil Jokowi-Ma'ruf, Timses: capres-cawapres sibuk Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Johnny G Plate

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Johnny G Plate mengatakan Bawaslu tak perlu memanggil pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf terkait dugaan pelanggaran kampanye menggunakan Videotron. Sebab, menurut Johnny untuk dimintai keterangan, Bawaslu dapat memanggil Ketua Tim Kampanye Nasional dan para sekjen parpol.

"Tidak perlu pasangan calonnya, presiden lagi sibuk banyak urusan kenegaraan ya. Tetapi tim kampanye nasional banyak itu, ada pak Erick Thohir ada sekjen-sekjen yang jadi wakil ketua ada pak Moeldoko dan seterusnya, kami setiap saat siap untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada Bawaslu," kata Johnny kepada wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, (16/10/2018).

Johnny mengatakan sejauh ini Tim Kampanye Nasional (TKN) tidak merasa melakukan pelanggaran kampanye. Ia mengatakan Videotron itu untuk menyemarakkan Pilpres 2019.

"Sejauh ini kami tidak merasa melanggar peraturan dan undang-undang. Satu lagi Videotron ini lebih menyemarakkan pemilihan umum pilpres," ujarnya.

Johnny mengatakan Videotron tersebut sebagai komunikasi publik terhadap program-program yang akan disosialisasikan kepada masyarakat. Ia mengatakan masyarakat perlu mengetahui program Jokowi-Ma'ruf jika menang di Pilpres 2019.

"Videotron itu memberikan satu komunikasi publik terhadap program-program pasangan calon, rakyat perlu itu apa yang menjadi program rakyat butuh sosialisasi program," tuturnya.

Johnny menegaskan Bawaslu boleh saja menghambat Videotron dan menyetujui kampanye negatif. Namun menurutnya, kampanye negatif itu membuat nuansa demokrasi kurang berkualitas di tahun politik.

"Jangan sampai Pemilu kita diisi dengan black campaign atau ada lagi yang menyetujui negative campaign, undang-undang boleh negative campaign tapi tidak layak untuk kualitas demokrasi. Jadi jangan membenarkan negative campaign lalu hambat videotron. Itu gak bener," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Puadi menerima laporan dari warga terkait dugaan pelanggaran kampanye dari pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Ia mengatakan Jokowi-Ma'ruf menggunakan Videotron untuk berkampanye yang tidak sesuai dengan peraturan KPU.

"Nah, si pelapor ini (melaporkan) beberapa titik lokasi yang dilaporkan (melanggar aturan) terhadap pasangan calon presiden nomor 01," kata Puadi beberapa waktu yang lalu.

Puadi mengatakan Videotron itu berada di beberapa titik di Jakarta diantaranya di Jalan Jalan Thamrin, Jalan Wahid Hasyim, dan di sekitar Tugu Tani, Jakarta Pusat. Ia mengatakan laporan tersebut sedang diproses dalam sidang penanganan pelanggaran administrasi dengan pihak yang berwajib, untuk selanjutnya Bawaslu DKI Jakarta akan memanggil Jokowi-Ma'ruf terkait pelanggaran kampanye serta pelapor.

 

Kubu Prabowo nilai kubu Jokowi sering serang dengan isu-isu aneh
Prabowo-Sandi tiga kali minta maaf, PSI : Mesti taubat dan hijrah
Irlandia selidiki pengakuan tiga pilot yang lihat piring terbang
PDI sebut 'poster Jokowi raja' jurus baru kampanye hitam
Mahathir Mohamad temui Vladimir Putin bahas jet tempur
Fahri Hamzah resmikan program magang ke Jepang
Sri waspadai penguatan dolar dan harga minyak
Akar kecanduan air rebusan pembalut
Korban kekerasan seksual di institusi pendidikan jauh dari keadilan
TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Fetching news ...