Filipina beli pelontar granat Rusia untuk lawan teroris

REPORTED BY: Insan Praditya

Filipina beli pelontar granat Rusia untuk lawan teroris Granat

Wakil Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer-Teknis (FSMTC), Mikhail Petukhov menyatakan bahwa Filipina telah melakukan pembelian senjata peluncur granat anti-tank. Persenjataan itu ditujukan untuk menghadapi kelompok-kelompok teroris di Filipina.

Sebelumnya, Filipina juga telah membeli senjata-senjata ringan buatan Rusia dengan tujuan yang sama. Selain senjata, Filipina juga membeli kendaraan Ural buatan Rusia untuk keperluan militernya.

"Sudah diketahui bahwa sekitar setahun yang lalu, Angkatan Bersenjata Filipina membutuhkan bantuan mendesak dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris dan Kementerian Pertahanan Rusia segera memasok mereka dengan sejumlah besar senapan serbu Kalashnikov dan kendaraan Ural," ucap Petukhov.

"Tahun ini, kontrak untuk pasokan peluncur granat anti-tank ditandatangani. Di masa depan, perjanjian tentang pasokan peralatan lain dapat dicapai," sambungnya pada Rabu (07/11/2018).

Filipina saat ini sedang menghadapi gerakan-gerakan teroris di Filipina Selatan. seperti Abu Sayyaf dan ISIS Asia Tenggara.

Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Fetching news ...