Bukti kepedulian besar wong cilik untuk Rohingya

REPORTED BY: Fathor Rasi

Bukti kepedulian besar wong cilik untuk Rohingya

Misi kemanusiaan dengan mengatasnamakan bangsa sudah selayaknya terkoordinasi serius sehingga dampak positifnya dirasakan etnis Muslim Rohingya. Setelah dua kali melabuhkan jangkarnya di Somalia, kini Kapal Kemanusiaan yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan merapat menuju Bangladesh.

Sinergi bersama beberapa pihak pun dibentuk, termasuk dengan Pemerintah Indonesia. Senin (11/9), ACT mengadakan pertemuan dengan Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa di Jakarta terkait Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya.

Hadir juga dalam pertemuan itu, Presiden ACT Ahyudin dan perwakilan PT Samudera Indonesia, Iman Supiandi dan Dani Zaelani selaku mitra penyedia kapal kemanusiaan ke Bangladesh.

"Pilihan tepat kalau kali ini menggandeng Kementerian Sosial," ungkap Ahyudin melalui keterangan tertulisnya Selasa (12/9).

 

Ahyudin memaparkan, kiprah lembaganya itu di pentas kemanusiaan global (sedikitnya di 40 negara) merupakan bagian ikhtiar dalam meneruskan peran strategis mengangkat nama baik bangsa.

"Dukungan terbesar kami datang dari rakyat kecil (wong cilik) negeri ini. Terlebih untuk Rohingya, kami memperoleh amanah terbesar sepanjang 12 tahun ACT berdiri. Ratusan kardus berisi uang recehan, pecahan seribu hingga sepuluh ribu rupiah, sampai ditolak bank saat mau kami bukukan. Artinya, masyarakat kecil lah yang mendukung dan punya kepedulian besar pada kemanusiaan," ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, kaum elitnya belum mengekspresikan kepedulian. Fenomena ini membuat bangsa Indonesia punya harapan besar. "Kalau rakyat sudah gemar berbagi dan tidak terlalu mencintai hartanya, mereka pasti siap membela negeri ini dari gangguan apapun. Kita punya ketahanan sosial hebat ketika berhadapan dengan pengganggu negeri ini," katanya. 

Kepada Khofifah, Ahyudin menyampaikan, krisis Rohingya yang semakin memuncak harus disikapi dengan langkah signifikan di pentas global. Menurutnya, Indonesia masih punya wibawa untuk terlibat serius serta memberikan solusi nyata. Indonesia layak tersinggung jika kiprah negara lain, apalagi peran dari luar kawasan ASEAN cukup dominan.

Maka dari itu, imbuh Ahyudin, dengan dukungan rakyat, kapal kemanusiaan untuk Rohingya harus mendahului menolong para pengungsi yang lari ke Bangladesh. "Dan kami memandang Mensos RI sosok yang tepat untuk melepas kapal ini dari Tanjung Perak, Surabaya," terang Ahyudin.

Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya pangan. Setidaknya 1000 unit hunian sementara akan disiapkan di Bangladesh. Untuk memuliakan pengungsi dengan segera mewujudkan layanan Humanity Distribution Center.

"HDC memiliki fungsi seperti 'mal' yang bisa diakses pengungsi sebagai penerima manfaat dengan menggunakan Humanity Card (HC). Pemilik HC cukup menggunakan kartu tersebut dan memilih sendiri kebutuhannya dalam jumlah tertentu," paparnya.

Kolaborasi rakyat dan pemerintah

Kolaborasi rakyat sebagai pemberi amanah, dengan Mensos mewakili pemerintah, menunjukkan kepaduan konkret dan penuh solusi di atas landasan kemanusiaan. Regulasi bantuan sosial yang mungkin menjadi kendala dalam mempercepat peran penyelamatan harus memperoleh perlakuan khusus.

"Kami yakin, jika regulasi harus memberi dispensasi demi penyelamatan, hal tersebut bukanlah suatu pelanggaran kemanusiaan. Kalau regulasi internasional justru memberi peluang kematian atau kesengsaraan masif, hal inilah yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Bu Khofifah paham harus bagaimana berperan nyata memuliakan nama bangsa," ungkap Ahyudin.

Pada pertemuan itu, Khofifah tidak sekadar mengapresiasi, namun juga berupaya mengambil langkah-langkah kongkret. "Saya akan lakukan yang terbaik. ACT sudah menyiapkan bantuan atas nama bangsa, sekaligus kapalnya. Kami coba dukung sebaik dan secepat mungkin. Kami, aparat Kementerian Sosial, sudah biasa tidak kenal libur," kata Khofifah.

Pihak ACT berupaya menyalurkan bantuan secepat mungkin dengan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Misi kemanusiaan dengan membawa nama bangsa tersebut akan mengharumkan nama Indonesia, terlebih yang bersifat penyelamatan jiwa. Hal ini menjadi bukti bahwa bangsa Indoenesia menjadi bagian dari solusi dunia.

DPR akan tindaklanjuti laporan Amnesty International terkait politik apartheid Myanmar
Membedah masalah guru Indonesia
Program Sosial BI harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani
Isi pertemuan Jokowi dengan PM Najib
Kemenag sosialisasi larangan selfie di Masjidil Haram
Fetching news ...