Ideas Sport

Timnas U-22 harus kerja keras, bukan mikir emas

REPORTED BY: Andika Pratama

Timnas U-22 harus kerja keras, bukan mikir emas

Puasa gelar sejak terakhir kali meraih medali emas SEA Games 1991 di Filipina, membuat timnas Indonesia kembali membidik prestasi tertinggi di ajang SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.

Sejak terakhir kali juara pada 26 tahun lalu, PSSI bertekad untuk merebut medali emas di event olahraga antarnegara ASEAN itu. Namun, realitiskah target yang diusung PSSI?

Melihat penampilan Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan di Kualifikasi Piala Asia U-23 beberapa waktu lalu, timnas masih banyak kekurangan, terutama dalam hal koordinasi antarlini dan komunikasi pemain.

Hal ini tentu harus diperbaiki oleh pelatih Luis Milla. Pada latihan terakhir, Milla fokus pada set piece agar pemain tidak melakukan kesalahan-kesalahan fatal ketika melawan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-23.

Thailand dan Vietnam jadi batu sandungan

Keinginan untuk meraih medali emas di SEA Games 2017 tentu bukan hal yang mudah. Apalagi, timnas tergabung di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Filipina.

Melihat komposisi tersebut, Thailand dan Vietnam bakal menjadi batu sandungan timnas. Pada SEA Games 2015, Ezra Walian dan kawan-kawan dibantai 5-0 oleh kedua lawan-lawannya tersebut.

Thailand merupakan penguasa sepak bola SEA Games. Hingga kini, skuat Gajah Putih sudah mengumpulkan 15 medali emas. Bandingkan, dengan Indonesia yang baru mengoleksi dua keping emas.

Sedangkan, Vietnam baru mendapat sebiji emas. Namun, prestasi Vietnam lebih mentereng dibaidngkan Indonesia karena mereka mampu tembus Piala Dunia U-20

Timnas juga tidak boleh menganggap remeh Timor Leste, Filipina dan Kamboja. Perkembangan sepak bola di negara tersebut terus berkembang. Hal itu tercemin di PPA lalu. Kamboja menahan Cina 0-0 dan hanya kalah 0-2 dari Jepang. 

Timor Leste? Mereka sudah mampu menahan imbang Korsel 0-0 dan menang 7-1 lawan Makau. Filipina berkembang dengan pemain-pemain "bulenya"

Target emas jangan bikin pemain terbebani

Medali emas yang dipatok PSSI menjadi harga mati bagi pasukan Luis Milla. Namun, masyarakat tanah air dminta untuk tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap perjuangan timnas U-22 di SEA Games.

Pecinta sepak bola Indonesia juga berpikir dan menargetkan terlalu muluk yakni medali emas.

"Menurut saya target realistis emas SEAG itu bukan 2017 tapi 2019. Kita perlu membangun pondasi dulu yang kuat, baru bicara target impian," kata pengamat sepak bola Akmal Marhali kepada Rimanews di Jakarta hari ini.

"Kuncinya ada di dua laga, yakni melawan Thailand dan Vietnam. Peluang lolos tetap ada namun tergantung hasil pertandingan kontra Thailand dan Vietnam," sambungnya.

Yang perlu dilakukan saat ini cukup fokus, berjuang sekuat tenaga, jiwa dan raga untuk memberikan yang terbaik di lapangan. 

"Buat saya tampil all out adalah sudah prestasi buat "Garuda Muda"," pungkasnya.

Pencapaian terbaik akan datang dengan sendirinya seiring kerja keras di lapangan. Jangan sampai target medali emas membuat para pemain tak bisa tampil lepas karena membawa beban!

Jadwal lengkap laga Timnas U-22  di SEA Games 2017

Selasa, 15 Agustus 2017
Indonesia vs Thailand (Stadion Shah Alam, pukul 15.00 WIB, live SCTV/Indosiar/TVRI)

Kamis, 17 Agustus 2017
Indonesia vs Filipina (Stadion Shah Alam, pukul 19.45 WIB, live SCTV/Indosiar/TVRI)

Minggu, 20 Agustus 2017
Indonesia vs Timor Leste (Stadion Majlis Perbandaraan MP Selayang, pukul 15.00 WIB, live SCTV/Indosiar/TVRI)

Selasa, 22 Agustus 2017
Indonesia vs Vietnam (Stadion Majlis Perbandaraan MP Selayang, pukul 19.45 WIB, live SCTV/Indosiar/TVRI)

Kamis, 24 Agustus 2017
Indonesia vs Kamboja (Stadion Shah Alam, pukul 15.00 WIB, live SCTV/Indosiar/TVRI)

Gaya kepimpinan Jokowi di mata menterinya
Jenis korupsi paling digemari kepala daerah
Pemerintah kenakan pajak barang tak berwujud tahun depan
Harapan Sri Sultan HB X ke advokat
Pinisi yang jadi warisan Unesco
Fetching news ...