IHSG berpeluang menguat hari ini

REPORTED BY: Insan Praditya

IHSG berpeluang menguat hari ini Bursa saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk berbalik arah menguat.pada perdagangan hari ini. Perdagangan pasar saham Indonesia berupaya mempertahankan pola kenaikan jangka panjang.

"Saat ini IHSG masih berada dalam pola uptrend jangka panjang, dan pada perdagangan hari ini masih berpotensi mengalami penguatan," kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

William mengatakan pola pergerakan IHSG hingga pertengahan bulan ini masih terlihat bisa kembali melanjutkan kenaikan.

"Tentunya harapan terhadap capital inflow bisa kembali ke dalam pasar modal dan menunjang kenaikan IHSG ," ujarnya.

Selanjutnya, William menilai bahwa peluang pembalikan arah pada laju IHSG akan ditopang oleh sentimen positif terkait stabilitas perekonomian domestik yang tetap terjaga.

"Stabilnya fundamental perekonomian terlihat dari data terlansir," papar William

Lebih lanjut dia menyatakan, IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.955, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.226.

Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
TKN pertimbangkan gelar pidato kebangsaan ala Jokowi
Arus modal masuk berpotensi buat IHSG naik hari ini
Kemendikbud tak ingin ada sekolah favorit
Ini tiga ciri pemerintahan Jokowi otoriter menurut Amien Rais
 Lagu Jogja Istimewa dijiplak pendukung Prabowo, Ini respons Kubu Jokowi
PKS nilai pidato Prabowo tepis anggapan pesimisme
Kubu Prabowo minta KPK periksa Tjahjo Kumolo terkait kasus Meikarta
Fetching news ...