BPN usul pemantau Internasional awasi Pilpres 2019

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

BPN usul pemantau Internasional awasi Pilpres 2019 Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengusulkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dipantau oleh lembaga-lembaga internasional. Ia mengatakan lembaga-lembaga internasional itu bisa dari Benua Eropa atau Asia.

 

"Pilpres ke depan kita harus terbuka, dimungkinkannya lembaga-lembaga atau konstitusi-konstitusi pengawas dari internasional dari Asia dari Eropa dari mana itu bisa ikut melakukan pemantauan kepada pelaksanaan Pemilu di Indonesia," kata Ferry saat ditemui wartawan di Menteng, Jakarta, Sabtu (15/12/2018).

 

Ferry mengatakan kehadiran lembaga-lembaga internasional untuk memantau Pilpres di Indonesia, bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan kecurangan.

 

"Kalau makin banyak yang mantau, itu akan meminimalisir kemungkinan potensi kecurangan dan meminimalisir kemungkinan terjadi potensi kerawanan sosial, kerusuhan dan lain sebagainya," ujarnya.

 

Saat ditanya BPN kurang percaya terhadap kinerja KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara Pemilu 2019, Ferry menyangkal hal itu. Ia mengatakan lembaga pemantau internasional sudah dilibatkan sejak Pemilu terdahulu, tetapi jumlahnya hanya sedikit.

 

"Sebelumnya juga dimungkinkan lembaga dari internasional bisa hadir, cuma mungkin jumlahnya sedikit, sekarang banyaklah," tuturnya.

 

Selanjutnya, Ferry mengatakan BPN menghargai kerja keras Bawaslu dalam mengawasi jalannya Pemilu. Namun, Ia mengatakan Bawaslu masih terlihat kurang tegas dalam memberikan sanksi kepada pelanggaran kampanye.

 

"KPU dan Bawaslu itu hanya kemudian terjebak pada temuan-temuan yang diumumkan secara seremonial kemudian kurang terlihat tindakan pemberian sanksi dan tindakan lain-lain yang menjelaskan posisi pengawas itu kemudian bisa bekerja secara maksimal," pungkasnya.

 

Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
TKN pertimbangkan gelar pidato kebangsaan ala Jokowi
Arus modal masuk berpotensi buat IHSG naik hari ini
Kemendikbud tak ingin ada sekolah favorit
Ini tiga ciri pemerintahan Jokowi otoriter menurut Amien Rais
 Lagu Jogja Istimewa dijiplak pendukung Prabowo, Ini respons Kubu Jokowi
PKS nilai pidato Prabowo tepis anggapan pesimisme
Kubu Prabowo minta KPK periksa Tjahjo Kumolo terkait kasus Meikarta
Fetching news ...