Rizal Ramli: Jokowi impor pangan ugal-ugalan

REPORTED BY: Insan Praditya

Rizal Ramli: Jokowi impor pangan ugal-ugalan Mantan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli

Mantan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli menilai Presiden Joko Widodo telah ugal-ugalan melakukan kebijakan impor pangan yang berlebihan. Dia mengatakan hal itu justru berbanding terbalik dengan janji kampanyenya di pilpres 2014 silam.

"Sebagai contoh ada yang mengatakan berkali-kali kalo jadi presiden, akan kurangin import ini, stop import ini,kenyataan nya justru ugal-ugalan, petani yang siap siap dikatakan oleh pemerintah jika impor akan berkurang," katanya di kediamannya, Jakarta selatan, Sabtu (16/02/2019).

"Petani pasti akan menanam lebih banyak, ternyata waktu panen, import nya malah jor-joran dan kerugiannya luar biasa besar," tambahnya.

Pasalnya, Presiden Jokowi tercatat melakukan impor beras hingga jagung. Adapun, beras sebanyak 2,8 juta ton dan jagung sebanyak 100 ribu ton di tahun 2018 dan 180 ribu ton di 2019. Hal tersebut berbanding terbalik dengan janji dan kenyataannya.

Lebih lanjut, Rizal mengatakan kebohongan yang dilakukan Jokowi dan pemerintah dalam melaksanakan janji yang tidak ditepati, justru menimbulkan dampak yang besar bagi negara.

"Kalau kebohongan pribadi korbannya adalah orang per orang, ada yang berbohong ya korbannya pasti orang yang dibohongi, tetapi dampaknya relatif kecil," imbuhnya.

"Dibandingkan dengan kebohongan terstruktur, yaitu pejabat publik yang memberikan informasi yang tidak benar, dan dampaknya itu bukan hanya pribadi, tetapi rakyat keseluruhan," tambahnya.

Kendati demikian, Rizal menyarankan agar pada debat nanti, para calon presiden menampilkan program dan visi-misi yang baru dan dapat dibuktikan kepada masyarakat Indonesia.

"Karena kita jika ingin menjadi bangsa yang hebat dan lebih makmur, tidak bisa dengan menu yang biasa seperti hari ini," tutupnya.

DPR setujui dua nama calon hakim konstitusi
IHSG berpotensi menguat hari ini
BPN: Jokowi kehilangan kepercayaan dari masyarakat
Rapat Paripurna sepi, ini alasan Wakil Ketua DPR
Kubu Prabowo nilai OTT Romahmurmuziy tanda pemerintahan Jokowi tidak berhasil
Elektabilitas turun, ini kata kubu Jokowi
Amerika imbau Iran hentikan program rudal balistik
Fadli Zon: Krisis Timur Tengah dipicu masalah politik
Dukungan Erwin Aksa sangat diharapkan kubu Prabowo
IHSG masih bakal tertahan di zona merah
Persoalan DPT bermula dari Kemendagri
Golkar akan rapat internal terkait Erwin Aksa dukung Prabowo-Sandi
Politisi Golkar ini dukung Prabowo-Sandi demi sahabat
DPR: Investor berlarian ke luar karena tingginya ongkos produksi
Seberapa narsis dirimu?
Fetching news ...