News

Palestina jadi isu penting agenda diplomasi Parlemen

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Palestina jadi isu penting agenda diplomasi Parlemen Palestina.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan kemerdekaan Palestina tetap menjadi isu penting dalam Konferensi Liga Parlemen untuk Yerusalem yang digelar di Istanbul, Turki pada 14-15 Desember 2018. Menurut Fadli, rakyat Indonesia sejak dulu mendukung kemerdekaan Palestina. Ia mengatakan kehadirannya dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina.

"Kehadiran saya, dan sejumlah anggota parlemen DPR RI lainnya dalam konferensi ini, merupakan bentuk dukungan bagi rakyat Palestina, mewakili rakyat Indonesia," kata Fadli, Jumat (14/12/2018).

Fadli mengatakan selama ini DPR selalu konsisten dan persisten dalam menyuarakan isu Palestina di forum internasional. Ia mengatakan DPR RI selalu berusaha membawa isu penting Palestina di forum-forum seperti Inter-Parliamentary Union (IPU).

"Mulai dari Inter-Parliamentary Union (IPU), Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC), maupun forum-forum regional seperti Asian Parliamentary Assembly (APA), ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), dan Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF). Delegasi parlemen Indonesia selalu menyuarakan kepentingan rakyat Palestina," jelasnya

Selanjutnya, Fadli mengatakan upaya diplomasi parlemen untuk kepentingan Palestina belum efektif, jika beberapa negara Islam masih terlibat konflik. Ia mengatakan hal itu harusnya disadari oleh negara-negara yang masih berkonflik, sehingga dukungan untuk Palestina menjadi efektif.

"Kesalahan dan kelemahan ini mestinya segera disadari oleh negara-negara Islam pendukung Palestina. Agar bisa membantu Palestina dengan efektif, kita harus menjadi negara kuat dan disegani," lanjutnya.

Fadli menjelaskan Liga Anggota Parlemen untuk Yerusalem adalah organisasi yang berisi anggota parlemen dari seluruh dunia yang mendukung kemerdekaan Palestina. Ia mengatakan saat ini jumlah anggotanya terus bertambah.

"Organisasi ini didirikan pada tahun 2015 dan untuk sementara berkantor di Istanbul. Lembaga ini didirikan oleh 150 anggota parlemen yang berasal dari 20 negara Islam. Tapi kini jumlah anggotanya terus bertambah dan meluas," pungkasnya.

Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
TKN pertimbangkan gelar pidato kebangsaan ala Jokowi
Arus modal masuk berpotensi buat IHSG naik hari ini
Kemendikbud tak ingin ada sekolah favorit
Ini tiga ciri pemerintahan Jokowi otoriter menurut Amien Rais
 Lagu Jogja Istimewa dijiplak pendukung Prabowo, Ini respons Kubu Jokowi
PKS nilai pidato Prabowo tepis anggapan pesimisme
Kubu Prabowo minta KPK periksa Tjahjo Kumolo terkait kasus Meikarta
Fetching news ...