News Travel

Masjid Agung Trans Studio, Destinasi Wisata Relijius di Kota Bandung

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Masjid Agung Trans Studio, Destinasi Wisata Relijius di Kota Bandung

Masjid adalah Rumah Allah SWT yang biasa digunakan oleh para umat muslim di dunia untuk beribadah. Begitu pula dengan Mesjid Agung Trans Studio yang menjadi salah satu ikon wisata relijius di Kota Bandung. Terletak di kawasan terpadu Trans Studio Bandung, Masjid Agung Trans Studio dibangun dengan aksitektur megah dan indah sebagai pusat keagamaan dan peribadatan di area Trans Studio Bandung.

Kawasan Trans Studio Bandung terletak di jantung kota di Jalan Gatot Subroto No. 289, maka tak sulit untuk menemukan Masjid dengan gaya arsitektur keemasan di kubahnya tersebut. Masjid Agung Trans Studio telah beroprasi selama 3 tahun.

Sejak dibangun pada November 2014, masjid yang dikenal sebagai miniatur Masjid Nabawi ini telah banyak melakukan berbagai program kajian keislaman. Diantaranya yang semakin tenar belakangan ini yaitu Pengajian Gapleh (Gaul Tapi Sholeh) yang diisi oleh Ustadz Gaul Bandung, Evie Effendi setiap hari Sabtu, malam minggu.

Selain itu ada juga pengajian Shift Pemuda Hijrah setiap hari rabu oleh Ustadz Tengku Hanan Attaki. Lalu pengajian ibu-ibu oleh Ustadz Aa Gym setiap hari kamis, dan yang terbaru ialah Percikan Iman setiap ahad minggu pertama dan kedua.

Masjid Agung Trans Studio memiliki program pengajian tiap harinya yang bekerja sama dengan majelis taklim dari luar. Selain itu juga masjid ini memiliki program Qiyamul Lail (Sholat Malam) reguler dan non reguler (10 hari terakhir Ramadhan), Shalat Subuh berjamaah, Tausiah Subuh, Kultum dan masih banyak lagi.

“Kita tidak menutup program-program dari luar yang datang bisa kita kolaborasikan dengan program yang kita punya. Seperti program perpustakaan keliling, kita kerja sama dengan CT Arsa Foundation untuk mengadakan perpusatakaan keliling ke pesantren-pesantren. Kita juga sangat terbuka bagi yang ingin menyumbangkan buku disini,” ujar Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Budi Nazaruddin Hasibuan saat diwawancarai, beberapa waktu lalu.

Masjid Agung Trans Studio sendiri memiliki perpustakaan di lantai 2 yang saat ini masih dalam tahap pembenahan, sekitar 500 buku kajian keislaman bisa anda baca sambil menunggu waktu sholat tiba. Dan tentunya buku-buku ini dipinjamkan secara cuma-cuma kepada para pengunjung yang datang, asal bisa menggunakannya secara baik-baik dan mengembalikannya ke tempat semula.

“Buku yang dipinjamkan bisa dibaca nanti kalau tahap pembenahan di perpustakan sudah selesai. Digunakan secara gratis dan hanya paling disediakan kotak infaq (sedekah) untuk biaya perawatan buku-buku, dan itu juga tidak wajib untuk membayarnya,” papar Budi.

Budi menjelaskan selain fasilitas perpustakaan yang disediakan, Masjid Agung Trans Studio juga biasa digunakan untuk aktivitas ijab qabul nikah atau akad nikah. Biasanya pengoperasionalan acara akad tergantung permintaan.

Masjid Agung Trans Studio dapat menampung sekitar 2000 jamaah dan memiliki tempat wudhu dan kamar kecil terpisah. Masjid ini terdiri dari 2 lantai, dimana lantai basement digunakan untuk toilet dan tempat berwudhu serta tempat penitipan sepatu. Untuk lantai 1 dan 2 digunakan untuk aktivitas sholat.

“Biasanya jika saat-saat tertentu seperti kajian dan sholat jumat, masjid itu full. Kita antisipasi untuk meminjam borum Ibis Hotel untuk dibuka agar bisa menampung jamaah yang membludak. Saat-saat seperti itu paling untuk fasilitas tempat wudhu dan toilet yang susah karena toilet dan tempat wudhu itu cuma ada 6 atau 7 gitu kalau nggak salah. Jadi memang harus antri panjang,” ungkap Budi.

Nah, para pengunjung yang datang disarankan untuk mengantri kalau sudah begini yah. Untuk fasilitas mukena dan Al-Quran anda tidak perlu khawatir, karena Masjid Agung Trans Studio memiliki Al-Quran sebanyak kurang lebih 250 dan mukena sekitar 40-50 buah. Tentu jumlah yang cukup untuk dipinjamkan kepada para jamaah.

Fasilitas mukena yang diberikan juga bersih dan wangi, hal itu dikarenakan petugas kebersihan yang bekerja di masjid ini sekitar 16 orang. Di Masjid ini juga terdapat banyak spot untuk berswafoto. Arsitektur khas ketimuran terasa kental di masjid ini. Di samping mimbar, terdapat kaligrafi 99 asmaul husna terpampang sangat besar, dan di tengah langit-langit kubah terdapat lampu yang megah dan sangat indah.

“Pengunjung yang datang kebanyakan dari luar kota, tetapi kita tidak menyarankan untuk tidur di masjid, walaupun masjid dibuka 24 jam. dan sangat disarankan untuk berhati-hati terhadap barang bawaan, walau ada sisi tv yang memantau, kalau nasib buruk ya siapa yang tahu, dan kalau kehilangan harap melapor ke kita biar diproses,” ujar Humas DKM Masjid Trans Studio Indra di Bandung beberapa waktu lalu.

Nah, yuk tunggu apalagi? Bagi anda yang lewat atau sedang berada di kawasan Trans Studio Bandung bisa langsung melipir ke Masjid Agung Trans Studio, yang berjarak hanya 100 meter dari pintu masuk utama. . 

Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
GARBI: Jangan golput, pilih saja figur yang berpengalaman
Jokowi-Ma'ruf kampanye terbuka perdana di Banten
Ini isi tuntutan aktivis lingkungan untuk elit politik
Kubu Prabowo beri pembelaan atas pemecatan guru honorer pose dua jari
Fetching news ...