opinion law

Ejaan acakadut di BAP Novel tak hanya Fitsa Hats

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Ejaan acakadut di BAP Novel tak hanya Fitsa Hats

OPINI – Jika dibuat lucu-lucuan, masih banyak bahan guyonan dari berita acara pemeriksaan (BAP) Habib Novel Bamukmin yang dibuat polisi selain Fitsa Hats.

Habib Novel boleh berang karena gara-gara Fitsa Hats, dia diolok-olok oleh Ahok, yang dituduhnya malu mengakui karena Pizza Hut itu kepunyaan Amerika. Di luar itu, jika kita cermati, cukuplah BAP Novel yang menjadi saksi kasus penistaan agama oleh Ahok itu dijadikan bahan guyonan di tengah kembali naiknya tensi sengketa Ahok vs kubu Habib Rizieq.

Jika dinilai siapa paling bersalah dalam penulisan ejaan awut-awutan pada BAP,  jawabnya tentu penyidik. Pernyataan tersebut menurut seorang teman yang ahli hukum, meskipun polisi tentu bakal membantahnya—dengan mengatakan petugas hanya menulis sesuai dengan yang diucapkan, ditambah BAP sudah ditandatangani Novel yang berarti dia harus bertanggung jawab.

Jangankan Novel, yang diperiksa berjam-jam sebelumnya, sekelas presiden saja pernah keceplosan menandatangani dokumen tanpa membaca dengan saksama dan dalam tempo yang secukup-cukupnya. Jadi, mari kita diskusikan dengan selow saja, begitu kata anak muda zaman sekarang.

Dalam capture satu halaman BAP yang marak dibagikan di media sosial, sebetulnya kesemrawutan ejaan bertebaran di mana-mana. Misalnya, di bagian pendidikan, Novel disebutkan tengah menempuh pendidikan S2 Dakwah Asaviiyah jln. Jati Waringin Pondok Gede Jakarta Timur.

Ketika ditelusur di alamat tersebut, ada kampus bernama Universitas Islam As-syafi'iyah (UIA). Mungkin kampus ini yang dimaksud, tapi ejaan di BAP jauh dari benar, meskipun jika dilafalkan hampir sama.

Masih tentang riwayat pendidikan Habib Novel. Pada tahun 2013, pria alumni STM Budi Utomo tahun 1991 itu disebut lulus dari Jurusan Hukum Islam dari Universitas Atahiriyah. Setelah ditelusur, ejaan yang benar adalah Universitas Islam Attahiriyah.

Pada kolom pekerjaan, di poin b (setelah poin a yang menyebut Fitsa Hats), juga terdapat kesalahan eja. Kata ekspor (ejaan baku) ditulis dengan ekport.

"Itu kesalahan polisi. Polisi yang ngetik sudah tua, mau pensiun, kagak paham, banyak salah ketik," kata Novel kesal, setelah dia dijadikan sasaran perundungan di media sosial, terutama oleh kubu pro-Ahok.

Kalau mau salah-menyalahkan, jaksa juga bisa disalahkan karena tidak mengecek isi BAP yang banyak kesalahan tulis itu, demikian kata ahli hukum. Novel juga bisa disalahkan, mengapa mau-maunya dia tanda tangan di dokumen yang bertebaran kesalahan ketik tersebut. Polisi, apalagi, juga salah karena tidak belajar bahasa dengan baik dan benar, apalagi bertugas sebagai juru tulis.

Terlepas dari, kasus Ahok memang panas, sehingga hal-hal di luar substansi kasus penistaan agama pun bisa dikelola menjadi bara. Akan tetapi, bagi yang sudah jengah dengan konflik, kejadian ini cukup ditertawakan saja, hitung-hitung hiburan GERATIS!

Foto: capture BAP Habib Novel Bamukmin

Hentikan konflik horizontal nelayan
Tifatul lebih khusyuk ke Jokowi daripada Allah
Pengelolaan kesan pada pakaian adat Jokowi
Yang luput dari pidato Jokowi
Paimo, berpetualang ke ujung Benua Amerika dengan sepeda
Fetching news ...